Terjemahkan

Selasa, 16 Februari 2010

KENAPA HARUS NYONTEK

KENAPA HARUS NYONTEK

Hampir setiap orang yang pernah sekolah jika ditanya pernah nyontek, maka tidak kurang dari 90% dari mereka akan menjawab pernah. Alasan mereka nyontek sangat bervariatif. Mulai dari iseng sampai kecanduan. Lebih ironis lagi pelajar sekarang, jika ditanya hukum nyontek mereka tanpa malu tanpa beban akan menjawab wajib. Sungguh suatu hal yang sangat memilukan, akan dibawa kemana arah bangsa ini jika generasi muda sebagai anak bangsa mempunyai pandangan yang demikian
Suatu hal ada sisi negatif juga ada sisi positif, termasuk menyontek, walaupun jika kita mendengar kata nyontek maka pikiran kita akan terbayang sesuatu yang negatif. Ternyata menyontek juga mempunyai sisi positif jika diterapkan pada hal yang benar dan tepat Contoh teman Zaidan setiap ulangan harian mendapakan hasil yang memuaskan, kemudian Zaidan mengamati dan bertanya kepada temannya tersebut, kapan ia belajar,berapa lama ia belajar bagaimana ia belajar dll, Zaidan meniru [menyontek] temannya tadi tentang belajar.hingga akhirnya zaidan dapat menyamakan hasil ulangannya. Ini merupakan contoh menyontek yang positif. Dan masih banyak lagi contoh-contoh menyontek yang positif lainnya.
Perilaku nyotek pada pelajar sekarang sangat memprihatinkan, mereka tidak lagi malu atau marah jika disebut pencontek.
Sebelum membicarakan nyontek lebih jauh alangkah baiknya kita membatasi pengertian nyontek. Nyontek yang dimaksud dalam tulisan ini adalah membuka catatan/buku, melihat jawaban teman, bekerja-sama dengan teman dalam ulangan untuk mendapatkan nilai ulangan yang sangat diharapkan. Menyontek dapat dikelompokkan menjadi :
  1. Menyontek karena terpaksa. Pada perilaku nyontek jenis ini, penyontek melakukannya karena soal yang sangat sulit dan pengawasan yang kurang. Mereka tetap belajar setiap hari akan tetapi jika mengalami kesulitan dalam ulangan ditambah pengawasan yang kurang ketat, menyontek adalah pilihan terakhir. Jika mereka tidak katahuan satu kali maka akan ada kecenderungan untuk mengulang perbuatannya tadi, perbuatan ini akan dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Menyontek kategori ini jika antivirusnya tidak diupdate [dinasehati] akan berubah menjadi kecanduan. Pada hakekatnya nyontek adalah suatu virus yang harus basmi, atau paling tidak dikarantina, agar tidak menyebar.
  2. Menyontek untuk kabanggaan, ada beberapa siswa yang nyontek hanya untuk kebanggaan, mereka mencoba trik-trik menyontek hasil inisiatifnya, jika pengawasan semakin ketat dan mereka berhasil nyontek, mereka semakin bangga dan menceritakan kepada teman. Bahkan pada perilaku nyontek ini mereka mendiskusikan untuk mencari kekurangn dan kelebihan trik-trik menyontek. Sama halnya perilaku nyontek pertama, virus nyontek akan menjalar keseluruh otak penyontek jika dibiarkan saja, oleh karena itu sebelum berkembang virus nyontek harus dibasmi sebelum penyontek merasakan nikmatnya nyontek dan enaknya candu nyontek.
  3. Menyontek karena kecanduan, pada kategori ini virus nyontek sudah menjalar keseluruh otak bahkan tubuh penyontek, jika saat ulangan penyontek tidak dapat kesempatan nyontek karena pengawasan yang ketat dan sanksi yang berat penyontek akan mengalami sakau, gelisah cemas dan gundah gulana disertai keringat bercucuran. Untuk menghentikan penyontek tahap ini diperlukan tindakan terapi khusus atau mengambil jalan taubatan nasukha.
Dampak menyontek berakibat bukan hanya pada diri pelaku saja akan tetapi akan berdampak luas yaitu:
Akibat menyontek bagi diri pelaku adalah
  1. hilangnya kejujuran pada diri siswa ,meskipun hanya sejenak. Walaupun mereka dengan bangga memamerkan hasil ulangannya kepada teman, dalam hati kecil penyontek menyadari bahwa nilai hasil ulangan yang dicapai bukanlah hasil yang sebenarnya karena diperoleh tanpa susah payah dan keringat yang dicapai adalah kemunafikan
  2. Hilangnya rasa percaya diri siswa. Secara psikologis, mereka yang melakukan perilaku nyontek pada umumnya memiliki kelemahan dalam perkembangan moralnya, mereka belum memahami dan menyadari mana yang baik dan buruk dalam berperilaku. Selain itu, perilaku nyontek boleh jadi disebabkan pula oleh kurangnya harga diri dan rasa percaya diri (ego weakness).
  3. Menjadikan siswa pemalas dan kufur nikmat. Nyontek membuat pelakunya malas belajar, malas memanfaatkan karunia terbesar Allah (akal pikiran), malas membekali diri dengan ilmu, dan yang pasti menurunkan harkat, maratabat, dan derajat di mata Allah SWT.dan perilaku nyontek dapat disebut sebagai tindakan kufur nikmat karena mereka tidak memanfaatkan otak yang merupakan karunia besar Allah untuk manusia.
  4. Akibat lebih jauh ketika penyontek sudah lulus dari lembaga pendidikan maka ia tidak bisa menghadapi persoalan kehidupannya baik persolan ekonomi,sosial, agama ataupun persolan keluarga
Akibat penyontek bagi orang lain adalah
  1. Hilangnya keadilan bagi siswa, karena siswa yang benar-benar faham akan sama dengan siswa yang tidak tahu apapun
  2. Membuat gaduh ruang ujian, akibatnya siswa yang tidak nyontek kurang berkonsentrasi dalam mengerjakan soal
Untuk siswa-siswi SMP Negeri 1 Pagerbarang mulai sekarang yang masih demen nyontek jangan ragu-ragu untuk menyetop kebiasaan yang nggak diridhoi Allah itu. Segeralah bertobat dan tidak akan mengulangi lagi apapun kondisi dan keadaanya. Supaya kelak kita tidak menyesal, bekal yang paling berguna adalah ilmu, dan keahlian nyontek nggak berguna sama sekali. Masa depan kita tergantung bagaimana usaha kita meraihnya. Allahlah Yang Maha Menolong dan Maha Memberi Petunjuk. Hidup di dunia untuk mengumpulkan amal kebaikan untuk bekal di kehidupan yang abadi kelak, jadi jangan sia-siakan usia kita untuk hal-hal yang nggak ada kebaikannya termasuk NYONTEK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar